Mustofa, SosokConnecting Peopleyang Lebih Dahulu Pulang


Jakarta – Dunia akuntansi kehilangan salah seorang tokohnya. Mustofa yang banyak dikenal kalangan finansial mulai dari pasar modal, perbankan, dan dunia usaha, mengembuskan napas terakhir pada Minggu (25/12). Akuntan senior kelahiran Surabaya 6 Februari 1949 ini meninggal di RS Medistra, Jakarta, karena kanker usus yang dideritanya sejak setahun terakhir.

Semasa hidup, Mustofa dikenal sebagai sosok yang memiliki banyak sabahat dan kerap dijuluki “Connecting People”, seperti iklan salah satu merek ponsel, karena ia bisa dekat dengan berbagai kalangan, mulai dari birokrat, pengusaha, profesional dan media massa.

Hingga sesaat sebelum sakit, almarhum masih aktif sebagai penasihat Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan anggota Majelis Kehormatan Kode Etik Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Almarhum Mustofa juga masih menjabat sebagai komisaris independen sejumlah perusahaan, di antaranya PT Tower Bersama Tbk, PT Provident Agro, PT Total Bangun Persada Tbk, dan PT Gozco Plantation Tbk.

Alumnus Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi,  Universitas Airlangga ini meninggalkan seorang istri, dua putra, seorang putri, dan tiga cucu. Seminggu sebelum kepergiannya, almarhum menikahkan putrinya. Ia sempat menyatakan kebahagiaannya melihat anak perempuan satu-satunya itu menemukan pendamping, sekaligus membuat hidupnya lengkap karena sudah menikahkan anak-anaknya.

Mustofa yang berpengalaman lebih dari 30 tahun sebagai akuntan publik dan konsultan bisnis dan manajemen berbagai perusahaan, khususnya untuk strategi bisnis dan manajemen keuangan, menulis dua buah buku, yakni Manajemen Modern Bisnis Kantor Akuntan dan Branding Kantor Akuntan.

Saat mulai sakit, almarhum tengah mempersiapkan buku ketiga mengenai berbagai kasus di dunia akuntansi untuk referensi para auditor maupun pihak yang diaudit (auditee). Sayangnya, buku tersebut belum sempat diselesaikan karena Mustofa harus menjalani sejumlah pengobatan yang membuat almarhum harus banyak beristirahat.

Bersama partner bisnisnya, Mustofa mendirikan Kantor Akuntan Publik Hans, Tuanakotta & Mustofa (HTM)- Deloitte Indonesia. Saat memasuki usia pensiun, ia tak segan menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan Deloitte Indonesia ke para partner muda. Sosok yang sangat bersahabat ini selalu menyampaikan agar industri akuntansi memiliki semakin banyak kantor akuntan yang besar dan agar kantor akuntan kecil semakin kuat.

Wakil Menteri Keuangan, Mardiasmo mengatakan buku yang ditulis almarhum Mustofa menginspirasi para akuntan profesional agar menjalani profesinya dengan tetap struggle.


Beritahu teman


Berita lainnya

Apa komentarmu?

Email kamu tidak akan kami publikasikan.


*