Polsek Medan Barat Ajak Masyarakat Bergandeng Tangan Jaga Persatuan


Benner-Erry

MEDAN, WOL – Keluarga besar Polsek Medan Barat Polrestabes Medan, menggelar buka puasa bersama wartawan dan anak yatim piatu, Sabtu (17/6) kemarin. Buka puasa yang dilaksanakan dengan sangat sederhana, dihadiri unsur Muspika Medan Barat, mewakili Koramil dan Camat Medan Barat yang diwakili oleh Kasi Trantib serta masyarakat sekitar Polsek.

Acara diawali dengan tausiyah oleh Ustadz Eddy Syaputra tentang Pancasila sebagai pemersatu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang tersirat dengan jelas dalam butir-butir Pancasila terutama pada sila ketiga, yaitu Persatuan Indonesia.

Ustadz Eddy berceramah sampai azan magrib berkumandang. Setelah itu acara dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama dan diteruskan dengan Shalat Maghrib serta pemberian tali asih oleh Kapolsek Medan Barat, Kompol Victor Ziliwu, kepada anak-anak yatim piatu yang hadir.

Usai acara, Kapolsek Medan Barat Kompol Victor Ziliwu SH SIK MH didampingi Wakapolsek AKP Martualesi Sitepu SH MH mengatakan, kegiatan buka puasa bersama anak yatim piatu tersebut merupakan silaturahmi dalam rangka saling mendoakan.

“Ini merupakan wujud kepedulian kami, Polsek Medan Barat terhadap sesama, khususnya anak-anak yatim piatu yang membutuhkan kasih sayang. Harapan kami, kegiatan ini dapat membawa berkah dan kebersamaan bagi kita semua,” sebutnya.

Selain itu, Victor juga berbicara tentang Bhinneka Tunggal Ika. Menurutnya, Bhinneka Tunggal Ika merupakan semboyan bangsa Indonesia yang mengungkapkan persatuan dan kesatuan yang berasal dari keanekaragaman suku bangsa, budaya, ras, dan bahasa.

“Walaupun kita ada latar belakang berbeda, itu hanya untuk melengkapi indahnya persatuan dan kesatuan di negara ini,” tuturnya.

Mantan Wakasat Reskrim Polresta Medan ini menuturkan, saat ini merupakan era berkompetisi dan perdagangan bebas. Indonesia saat ini masih ketinggalan dari segi ekonomi, teknologi informasi, pendidikan, bisnis jika dibanding negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

“Apalagi kalau kita dibandingkan dengan negara seperti Republik Rakyat Tiongkok, negera-negara di Eropa dan Amerika, kita sangat jauh ketinggalan. Untuk itu, marilah kita satukan hati, pikiran, bergandengan tangan, kita tinggalkan perbedaan-perbedaan, kita satukan visi kita agar kita bisa bersaing, maju dan besar,” harapnya. (wol/gacok)

Editor: Agus Utama


Beritahu teman


Berita lainnya

Apa komentarmu?

Email kamu tidak akan kami publikasikan.


*