Plus-Minus Suzuki Ignis di Mata Konsumen

Plus-Minus Suzuki Ignis di Mata Konsumen

Suzuki sudah mulai mengirim Ignis kepada konsumen mereka yang melakukan pemesanan. Tentu saja konsumen memiliki penilaian tersendiri terhadap mobil barunya tersebut, khususnya kelebihan dan kekurangan Ignis.

Seperti konsumen Ignis asal Depok, Firmansyah, menjelaskan menurut dia salah satu keunggulan Ignis adalah desainnya yang tidak biasa. Terlebih mobil produksi India ini belum memiliki lawan, khususnya dari sisi desain yang menganut model mini crossover. “Karena saya suka yang anti mainstream, ingin mobil yang lincah dan compact untuk di Jakarta karena kantor di Jakarta dan tinggal di Depok. Jadi saya pakai mobil yang enak tapi tidak biasa, belum banyak orang yang pakai,” ujarnya pada Sabtu (17/6/2017) saat di temui di acara Meet & Greet Suzuki IGNIS Owner’s yang berlangsung di Tartine Jakarta.

Suzuki Ignis milik Angga sudah mendapatkan sentuhan modifikasi Rally Look. Angga

Ucapan senada juga dilantunkan oleh konsumen Ignis asal Bintaro, Angga, yang baru saja merasakan mobil barunya selama lima hari. Desain yang ditawarkan oleh Ignis tampak berbeda di mata pria yang bekerja sebagai arsitektur tersebut.

“Kita tidak pernah mau beli mobil baru karena modelnya begitu-begitu saja. Menurut saya (mobil-mobil baru) seperti alien, banyak lekukannya. Tahu ada Ignis masuk, ternyata modelnya sudah lain. Secara ground clearance tinggi dan tarikan garisnya sederhana. untuk modifikasi enak, jadi setelah mobil sampai, langsung saya modifikasi rally look,” tukasnya di acara yang sama.

Kemudian kelebihan Ignis lainnya adalah soal konsumsi bahan bakar. Angga yang sebelumnya memiliki Mitsubishi Lancer dan Honda CR-V merasa mobil ini jauh lebih irit. Suzuki juga mengklaim bahwa jagoan terbarunya itu sanggup mencapai efisiensi bahan bakar 23.64 kilometer per liter.

Tentu saja semua mobil tidak ada yang sempurna, ada kelebihan dan juga ada kekurangan. Salah satu konsumen asal Bintaro juga, Jesika, menilai sistem transmisi Auto Gear Shift (AGS) menjadi salah satu kelemahan Ignis. Dia merasakan ada hentakan saat melakukan perpindahan transmisi.

“Kalau diinjak terus saat perpindahan transmisi akan ada hentakan. Ini mirip dengan tranmsisi manual cuma koplingnya otomatis,” tukas wanita yang juga bekerja sebagai arsitektur.

Dia pun memiliki trik untuk mengatasi hentakan saat perpindahan transmisi AGS. “Saat kita pindah gigi ke mode manual, saat mau naikkan gigi, lepas gas. Itu tidak ada hentakannya.”

Kemudian Jesika juga menilai varian tertinggi tinggi Ignis, GX AGS, seharusnya sudah dilengkapi dengan central lock otomatis. Sehingga konsumen bisa lebih nyaman dan aman karena pintu akan terkunci otomatis saat penumpang sudah masuk ke dalam mobil.

“Fitur central lock saat ini di semua mobil sudah ada, cuma di Ignis belum ada,” timpal Firmansyah.

Saat ini Suzuki baru memasarkan Ignis dengan tiga varian, yakni GL MT, GX MT, dan GX AGS. Geng Pulogadung membanderol Ignis mulai dari Rp139,5 juta hingga Rp169,5 juta.


Beritahu teman


Berita lainnya

Apa komentarmu?

Email kamu tidak akan kami publikasikan.


*