Kebijakan Pro-pasar, Tak Berdampak Signifikan pada Pembelian Properti

Kebijakan Pro-pasar, Tak Berdampak Signifikan pada Pembelian Properti

Kendati kebutuhan apartemen di Jakarta diprediksi akan naik, bukan berarti hal tersebut membuat para investor (pasar) dengan mudah melakukan pembelian.

Bahkan, investor tidak terpengaruh dengan segala macam pendekatan yang dilakukan pemerintah untuk menstimulasi pasar apartemen, terutama apartemen dengan status masih konstruksi atau pra penjualan.

Colliers Internasional Indonesia melihat mayoritas investor masih belum yakin mereka akan melakukan pembelian apartemen, apalagi untuk segmen menengah ke atas.

Bahkan tahap pertama program pengampunan pajak atau tax amnesty pun belum berdampak signifikan terhadap gairah pasar. Setidaknya ada beberapa alasan yang bisa membuktikan hal tersebut.

“Pertama, kebanyakan pembeli masih menggunakan skema pembayaran angsuran tunai sehingga turunnya suku bunga KPA masih belum menjadi pemicu signifikan bagi mereka untuk melakukan pembelian,” kata Senior Associater Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto, di Jakarta, pekan lalu.

Kemudian yang kedua, lambatnya pertumbuhan harga apartemen bisa bertahan lama sejalan dengan lesunya pasar secara keseluruhan.

Namun, Ferry yakin pemulihan pasar properti terutama apartemen hanya menunggu waktu selama pemerintah berada di jalur yang tepat untuk mendukung pasar tersebut.

“Kesuksesan program amnesti pajak, stabilnya nilai tukar rupiah, pengembangan infrastruktur, dan suku bunga yang rendah akan menjadi kunci utama meningkatkan sentimen pembeli. Ini kemudian akan meningkatkan permintaan apartemen dalam jangka panjang,” jelas dia.


Beritahu teman


Berita lainnya

Apa komentarmu?

Email kamu tidak akan kami publikasikan.


*