Nostalgia SMA Bersama Musik 80-an

Nostalgia SMA Bersama Musik 80-an

Dekade ’80-an terbilang produktif melahirkan musisi-musisi kreatif dengan ragam karya legendaris. Ada begitu banyak ragam musik 80-an yang mengiringi langkah generasi yang tumbuh di era tersebut, bahkan masih didengar hingga masa sekarang.

Untuk mengobati kerinduan terhadap musik di era itu, ‘Nostalgia SMA-The 80s Are Back!’ digelar pada 20 Januari mendatang di Plenary Hall JCC, Balai Sidang Senayan, Jakarta.

Itu seakan menjadi acara reuni bagi remaja ’80-an yang sekarang sudah sukses dengan kehidupan masing-masing. Di sana mereka bisa mendengarkan kembali musik-musik pada eranya dahulu, yang dijanjikan Show Director David Poernomo akan berbeda dari konser biasa.

“Kami tertantang untuk memproduksi sebuah show yang keluar dari pakem konvensional seperti konser-konser bernuansa ’80-an yang kita saksikan selama ini,” ujar David.

David yang juga sutradara film itu menguraikan bahwa acara yang diarahkannya akan menggabungkan unsur cerita, musik, koreografi dan video, menjadi sebuah kesatuan pertunjukan kolosal yang spektakular. Ia menggandeng Tohpati sebagai pengarah musik.

“Jadi akan dibuat seperti drama musikal, ceritanya dari lagu-lagu yang eksis di ’80-an. Yang sulit itu pilih lagunya, karena banyak sekali dan itu dirangkaikan jadi cerita.”

“Sederhananya, itu akan tentang jatuh cinta. Romantisme di era 80-an,” imbuhnya.

Akan ada lebih dari 100 orang penampil dan pendukung acara itu. Mulai dari musisi, penari, sampai orkestra. Mereka akan menampilkan belasan lagu hits Indonesia terfavorit di era ’80-an dari berbagai genre musik, termasuk pop kreatif, dangdut, jazz, hingga disko.

Beberapa musisi yang dipastikan hadir antara lain Daniel Sahuleka, Ahmad Albar dan lan Antono, Chaseiro, Denny Malik, Fariz RM, Louise Hutauruk, dan Orkes Moral Pancaran Sinar Petromaks. Musisi seperti Hivi!, Kadri Mohamad, Kunto Aji, dan Rieka Roslan pun hadir.

Tohpati yang diminta mengaransemen lagu-lagu ’80-an dengan musik masa kini mengatakan, ia tidak kesulitan menyelaraskan agar lagu-lagu itu tidak terdengar terlalu lawas tanpa mengubah kekuatan aslinya.

“Saya hidup di era antara musik 80-an, dan musik-musik masa kini pun saya masih dengarkan jadi tidak sulit untuk memberi sound baru, beat baru,” katanya.

Selain mendengar musik masa lalu, pengunjung konser juga benar-benar bisa bernostalgia di sana. Sebab penyelenggara akan menyiapkan area khusus bernama ‘The ’80s Reunion Lounge,’ di mana berbagai komunitas maupun grup alumni ’80-an bisa berkumpul sambil bernostalgia bersama sesama sahabat dan rekan semasa SMA, sebelum dan sesudah acara konser berlangsung.

“Jadi ada before dan after party kayak acara Oscar, ini untuk kasih waktu penonton ketemu teman-teman lamanya,” ucap David.

Acara ‘Nostalgia SMA—The 80’s Are Back!’ diselenggarakan oleh Republik Bulungan, sebuah komunitas alumni eks SMA Bulungan. Tiket dijual mulai Rp600 ribu sampai Rp1,6 Juta.


Beritahu teman


Berita lainnya

Apa komentarmu?

Email kamu tidak akan kami publikasikan.


*