Calon Bupati Mesuji Diperiksa Polisi Terkait Pidana Pilkada

1098852-Calon-Bupati-Mesuji-Diperiksa-Polisi-Terkait-Pidana-Pilkada

LAMPUNG – Calon Bupati Mesuji Nomor Urut 2 Khamami memenuhi panggilan penyidik Subdit I Dit Krim Um Polda Lampung, Rabu (11/1/2017). Khamami datang didampingi tim kuasa hukumnya Rozali Umar dan rekan.

Polda Lampung melayangkan surat panggilan terhadap calon Bupati Mesuji Khamami, Senin (9/1/2017), dengan surat panggilan nomor : SP. gil/22/I/Subdit I/2017/Dit Reskrim Um, Khamami dipanggil terkait tindak pidana pemilihan, yang terjadi di Balai Desa Panca Warna SP 5 E, Kecamatan Way Serdang, Mesuji, Selasa (20/12) malam.

Rozali Umar Kuasa Hukum Khamami mengatakan klien datang untuk memenuhi panggilan “Klien kami kooferatif, dan hari ini datang untuk memenuhi panggilan,” kata dia.

Rozali membantah jika kliennya melakukan pelanggaran pilkada menjanjikan sesuatu pada linmas dan kepala desa pada pertemuan di Balai Desa Panca Warna Selasa malam tersebut. Karena saat itu Khamami hanya datang untuk mengecek lokasi kampanyenya tanggal (22/1).

“Nanti akan kami jelaskan semua apa yang terjadi di malam itu. Karena Khamami malam itu datang untuk mengecek lokasi Kampanye tanggal 22 di lokasi itu, karena di lokasi itu ada dua desa yang waktu kampanyenya bersamaan,” ungkapnnya.

Terkait status Khamami yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, Rozali mengatakan ia menghormati proses hukum, dan pihaknya juga mengawal laporan pidana umum yang menimpa kliennya, sehingga semuanya bisa diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Saya datang untuk memenuhi panggilan, tentang dugaan tindak pidana pemilu yang saya lakukan. Dan semua sudah saya sampaikan ke penyidik, bahwa saya kesana bukan kampanye, tapi dadakan spontanitas, untuk mengecek lokasi kampanye saya pada tanggal 22,” kata Khamami.

Pasalnya kata Khamami di desa Panca Warna pada tanggal 22 Desember ada kampanye dialogis sehingga ia mengecek dalam rangka persiapan, karena di lokasi itu ada beberapa desa sehingga kampanye bisa digabung di satu lokasi.

“Sebelum berangkat tim saya sudah duluan cek lokasi, karena tim tidak makismal, saya menyusul. Saya lihat di lokasi itu ada latihan linmas yang dilakukan Kecamatan Way Serdang, saya mampir melihat-lihat saja, kemudian Pak Camat minta saya kasih sambutan, saya ditolak, karena terus diminta kasih semangat, akhirnya saya kasih pengarahan,” ungkap Khamami.

Saat itu sambung bupati petahana ini, Ia tidak melakukan kampanye dengan janji menaikkan gaji linmas, karena defenisi kampanye adalah menyampaikan visi misi, sedangkan menaikkan gaji linmas tidak masuk ranah visi misi.

“Yang dilaporkan itu kan soal janji saya menaikkan gaji linmas, padahal saya pidato disana tidak terencana, spontanitas dan improvisasi saja, karena definisi kampanye itu kan menyampaikan visi misi, naikan gaji itu kan tidak masuk visi misi saya,” dalih Khamami.

Menyangkut kasus pemukulan terhadap dirinya, Khamami, sudah melaporkan kasus tersebut, dan ia mengaku mengenal dan mengetahui siapa orang yang memukulnya pada malam nahas itu.

“Kasus pemukulan itu sudah saya laporkan, malam itu ada orang bawa seperti pedang samurai terbungkus linmas kocar-kacir, saya tahu persis dan mengenal pelakunya,” pungkas Khamami.

Kabidhumas Polda Lampung Kombes Sulistyaningsih membenarkan ada pemeriksaan Khamami terkait tindakpidana pilkada. (Koesma)


Beritahu teman


Berita lainnya

Apa komentarmu?

Email kamu tidak akan kami publikasikan.


*