Dituduh Tak Bayar Royalti, Atari Digugat Frontier Developments

Dituduh Tak Bayar Royalti, Atari Digugat Frontier Developments

Developer game Frontier Developments baru-baru ini dilaporkan tengah menuntut perusahaan game Atari. Dalam gugatannya, Frontier menuntut kompensasi sebesar USD2,2 juta atau sekitar Rp29,5 miliar kepada Atari karena dianggap telah melanggar kontrak dan tidak membayar royalti dari game RollerCoaster Tycoon 3.

Laporan ini pertama kali muncul dari situs berita TMZ dan telah dikonfirmasi kebenarannya oleh Eurogamer. Dalam pernyataan resminya, Frontier mengaku telah mencoba mengatasi masalah tersebut tanpa melalui jalur hukum sejak bulan April 2016 lalu. Namun, pihak Atari dianggap tidak mau berkompromi dengan Frontier. “Kami dapat mengonfirmasi bahwa Frontier sedang menggugat Atari saat ini. Kami telah mencoba menyelesaikan masalah ini secara baik-baik sejak bulan April 2016 lalu. Namun pihak Atari selalu menolak berkompromi, memaksa kami membawa kasus ini ke jalur hukum,” ujar Chief Operating Officer Frontier Development, David Walsh.

Frontier dan Atari sebenarnya merupakan mitra sejak lama. Keduanya sudah beberapa kali merilis game dan telah bekerja sama sejak tahun 2003. Namun, pada tahun 2013, Atari mengalami kebangkrutan dan sejak saat itu, Frontier berjalan sendiri. Atari pun kembali muncul baru-baru ini dengan kondisi keuangan yang mulai membaik.

Alasan Frontier menuntut Atari adalah karena royalti penjualan game RollerCoaster Tycoon 3 sepanjang masa kebangkrutan Atari tidak dibayarkan ke Frontier. Frontier sendiri baru saja merilis game Planet Coaster dan bersaing secara langsung dengan RollerCoaster Tycoon World yang juga baru dirilis oleh Atari.


Beritahu teman


Berita lainnya

Apa komentarmu?

Email kamu tidak akan kami publikasikan.


*